Tampilkan postingan dengan label Supercar Lamborghini Gallardo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Supercar Lamborghini Gallardo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2011

Kekasih Tercinta Lamborghini Gallardo ?

Richard Jordan, Berpetualang dengan Kekasih Tercinta Lamborghini Gallardo


Richard Jordan telah memiliki apa yang ia inginkan. Mobil, rumah baru, serta tunangan. Lalu, kejadian tragis terjadi…Tunangannya pergi meninggalkannya! Akhirnya, ia menjual semua harta miliknya, lalu membeli sebuah Lamborghini Gallardo dan merencanakan petualangan mengelilingi Amerika!

Ini merupakan kisah asmara, namun bukan kisah asmara konvensional. Ya, masih terdapat wanita, dan itu pasti. Namun kisah asmara yang sejati muncul justru setelah wanita itu pergi. Ini adalah kisah dari Richard Jordan, lelaki yang kehilangan cintanya lalu mendapatkan kembali rasa cinta itu terhadap sebuah supercar eksotik Italia dan jalan raya Amerika. Inilah cerita menakjubkannya…

Perjalanan Jordan yang mengelilingi Amerika dan berputar-putar menghasilkan jarak tempuh yang menakjubkan, 100.000 mil! Sangat fantastis untuk ukuran mobil yang saking mahalnya, membuat banyak pemiliknya justru jarang mengemudikannya!

Hari Kemerdekaan
Ini terjadi di awal tahun 2006, hari dimana kemerdekaan versi Richard terjadi. Setelah berhubungan dengan pacarnya selama 5 tahun dan melamarnya dengan cincin pertunangan, Richard membeli sebuah rumah di Texas Utara, rumah yang ia beli dengan mengorbankan bisnisnya, rumah lama serta beberapa unit mobilnya. Sayangnya, pacarnya tiba-tiba meninggalkannya…
Richard berkata : “Aku membeli sebuah rumah, dan berencana pindah kesana, dan setelah pindah, dia meninggalkanku”….Lalu Richard menambahkan : “Jadi aku sekarang terperangkap di rumah yang tidak aku inginkan, dan berada di area yang tidak ingin kutinggali…terasa traumatis, dan sebagai pelipur lara, aku berencana membeli sebuah mobil spesial dan akan kemanapun aku inginkan”

Sayangnya tidak semudah itu. Tidak ada satupun yang ingin membeli rumah barunya, jadi ia beberapa bulan masih tertahan disana. Butuh beberapa bulan untuk menjual rumah serta harta-harta lainnya untuk mendapakan uang, yang ia pakai untuk membayar uang muka Lamborghini Gallardo sebesar $75.000, salah satu uang muka terbesar di pasaran mobil Amerika

Nama Gallardo diambil dari nama banteng aduan terkenal dari Spanyol, dan mampu memuntahkan tenaga sebesar 512hp dari mesin V10 yang dipasang di tengah. Performanya? 0-96km/h hanya dalam waktu 4 detik dengan top speed sebesar 195mph. Harga totalnya? $180.000 pada saat Richard membelinya

Setelah memilih tipe serta cara membayarnya, Richard akhirnya membawa pulang sebuah Lamborghini Gallardo Coupe berwarna hitam dari Lamborghini Ohio. Tanggal pengambilannya? 4 Juli 2006, alias hari kemerdekaan Amerika. Terasa ironis, disaat Amerika merayakan kemerdekaannya, Richard malah kehilangan harta miliknya…
Namun Richard berujar : “Aku tidak mau terpenjara dalam rumah baru itu, untuk pekerjaankau, dan fantasi memuakan tentang Mimpi Amerika seperti keluarga bahagia….Aku hanya ingin mencari kebebasan”

“Aku Bukan Moby”
Memiliki salah satu mobil terkencang di dunia namun tidak memiliki tujuan yang jelas, Jordan hanya berkendara sesuka hatinya, berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya, hidup di hotel dan mencari teman baru. Ia mengelilingi Amerika Serikat TIGA KALI dan berkndara dari Ohio ke Colorado lalu ke Texas dan sampai di North Carolina hanya dalam 1 malam. Fantastis!
Richard berkata : “Pada saat itu, aku merasa seperti tidak punya tempat tinggal yang aman, kecuali Lamborghini miliku. Dan itu satu-satunya harta berharga milikku”

Ia berkunjung ke kota hantu seperti Pennsylvania dan perjalanan-perjalanan impiannya sewaktu masih kecil. Dari satu tempat ke tempat lainnya, ia menginap dimanapun yang tersedia, entah hotel atau jok kulit Lamborhini miliknya (yang sebenarnya kurang nyaman untuk dijadikan tempat tidur)

Muncul masalah-masalah baru, seperti tagihan rumah lain miliknya di Dallas, satu-satunya harta miliknya yang tidak akan ia jual. Dan dengan terpaksa Richard mengambilnya dari uang bensin. Hampir saja ia kehilangan rumah kesayangannya itu berkali-kali
Richard lalu berkata : “Banyak tagihan-tagihan yang harus kubayar, dan terpaksa aku harus berhutang, meskipun aku tidak menyukainya”. Ia lalu menambahkan : “Aku telah hitung semuanya, dan setelah beberapa kali pembayaran, akhirnya semuanya lunas.”

Perjalanan yang mengejar kebebasan ini menghasilkan banyak cerita lucu & mengharukan, seperti ketika Richard mengunjungi rumah striptease di Ohio. Seorang pelayan wanita yang melihat Richard yang sekarang berusia 32 tahun, mengira ia adalah Moby, karena rambut gundulnya, kacamata, serta mobil mewah
“Pelayan wanita itu muncul dan berkata ; “Kau adalah Moby bukan?” dan aku berkata : “Hey, aku dapat menjadi apa yang kau inginkan”, yang membuat pelayan itu mengartikannya sebagai : “Aku Moby”

Richard bukanlah Moby, namun ia tentunya tidak menolak pelayanan lebih seperti sebotol Sampanye yang ditawarkan pemilik klub itu
“Terasa aneh dan absurd, karena manajer klub itu seperti mencari muka padaku, yang membuatku menghabiskan uang sebesar $100 dalam malam itu, namun terasa sangat lucu dan konyol!”

“Ini seperti cerita The Blues Brothers!”
Mengemudikan Lamborghini mengelilingi negara berarti kadang-kadang Richard berkendara melebih batas kecepatan maksimum. Dengan jujur Richard berkata bahwa ia ingin selalu ngebut dan memiliki 53 tiket tilang untuk membuktikannya. Namun, bukan karena masalah kecepatan, yang membuat Richard ditahan oleh Indiana State Troopers atau polisi lokal di Indiana

Meskipun pindah dari satu hotel ke hotel lain secara berkala. Richard memiliki tanggung jawab sebagai anggota keluarga besarnya, seperti menjadi pendamping pria di acara pernikahan saudaranya. Sewaktu melewati rute untuk menuju acara pernikahan saudaranya, Richard disuruh berhenti karena terlalu kencang oleh polisi Indiana, namun dengan nekat Richard justru kabur dan tanpa sengaja justru malah melaju menuju jalan tol.

Dikarenakan pajak serta registrasi mobilnya sudah habis (lewat 1 hari), Polisi dengan mudah mencari Richard, dan menemukan sepucuk pistol
Richard berkata : “Aku tidak dapat berpergian tanpa membawa pistol, Aku sering mengalami situasi-situasi genting, sehingga aku selalu membawa 1 atau 2 pucuk pistol bersamaku,”. Lalu dengan tegas ia berkata : “Mobil itu seperti Lamborghini mampu mengundang banyak perhatian, dan di beberapa area, mungkin saja beberapa orang bisa melakukan tindakan yang tidak diinginkan, dan kau tidak tahu harus berbuat apa”

Awalnya, Richard terperangkap dalam satu tuduhan serius : Polisi mengira ia adalah kurir Narkoba, yang membuat sifat kalem serta tenang Richard tidak berguna. Lalu dengan bercanda ia berkata bahwa ia membenci kota ini, serta ia terlalu terpengaruh cerita film Blues Brothers. Polisi tanpa ampun tetap menahan Richard selama 4 jam, dan kejadian konyol terjadi…Polisi tidak mampu mengangkut Gallardo hitam itu ke truk pengangkut, kecuali dibantu oleh Richard, dan membuktikan bahwa Richard bukan yang mereka kira

Akhirnya, Richard dapat pulang beserta mobilnya, dan menghilangkan segala tuduhan, namun membuatnya harus merogoh kocek yang lumayan besar, $25.000 untuk pajak, denda serta tagihan-tagihannya
Penasaran dengan kisah Richard & Petualangan menariknya? 

siapa pesaing lamborghini?

Banteng Aduan Italia VS Burung Besi, Siapa Yang Menang?


Mobil-mobil terbaru keluaran Lamborghini memiliki aerodinamika serta teknologi yang diambil dari teknologi pesawat seperti Reventon yang mengambil desain dari F-22 Raptor, atau Aventador yang konon mengambil aerodinamika ala NASA. Bagaimana kalau Lamborghini diadu dengan pesawat?

Ide ini ditanggapi oleh para pemilik Lamborghini di Arab Saudi, dengan menggelar “dogfight” antara banteng Italia milik mereka, dengan pesawat di Rabigh Airport, sekaligus menghadiri pertemuan pertama Rabigh Wings Aviation

Seorang fotografer bernama Mokhtar Chanine, berhasil mengabadikan momen-momen keren ini, seperti sebuah Murcielago berpacu habis-habisan melawan panasnya aspal gurun pasir untuk mengejar (lebih tepatnya berburu) sebuah pesawat Cessna

Acara ini disponsori oleh akademi pesawat terbang Rabigh Wings, bertujuan untuk “Memperlihatkan semangat persamaan daya G-Force di udara & daratan”. Tujuan yang unik & menarik, dan tentunya hanya supercar sejati seperti Lamborghini yang memiliki daya G-Force sekuat pesawat terbang

Peraturan pertarungannya sendiri adalah : Setelah pesawat terbang berhasil take-off di landasan pacu sepanjang 1,5 mil ini, barulah para pengemudi Lamborghini bebas memacu mobil mereka melebih 320km/h untuk mengejar pesawatnya

Dengan lintasan pacu yang terbatas ini, tentu saja pesawat lebih diuntungkan, meskipun Lamborghini punya kelebihan di sektor akselerasi

Ini dia salah satu video “Dogfight” antara Gallardo versus Piper, menarik untuk disaksikan pertarungan 2 kubu yang berbeda wujud ini

Ah, yang terpenting disini kan bersenang-senang…tidak peduli siapa yang lebih cepat!

Banyak pemilik Lamborghini (yang rata-rata versi modern) rela mengemudi jauh-jauh, demi menghadiri acara khusus ini, meskipun debu & pasir mengotori koleksi mahal mereka

Selain bertemu dengan para pemilik Lamborghini di Arab Saudi, yang mengoleksi banyak Lamborghini

Dari Murcielago & Gallardo berbagai macam varian, semuanya berkumpul disini…membuat saya jadi penasaran, bagaimana kalau Gallardo ala pesawat tempur milik Chris Brown dibawa juga kesini, pastinya menarik!

Oh iya, gara-gara event ini, mereka juga karena melihat asiknya mengemudikan pesawat, menjadi terinspirasi untuk belajar mengemudikan pesawat, bahkan membelinya!

Namun yang terpenting adalah : Kapan lagi memacu mobil Lamborghini sepuasnya, sampai batasan kecepatan maksimum, di Airport yang aspalnya lengket pula!
Sumber : Mokhtar Chanine Photography

Supercar Lamborghini – Bertone Genesis

Lamborghini – Bertone Genesis, Mobil Konsep Lamborghini Paling Eksentrik!


Lamborghini membuat van? Jangankan van, station-wagon seperti Estoque Estate saja sudah membuat banyak orang geleng-geleng kepala, apalagi van!? Namun, pada Turin Motorshow tahun 1988, sebuah mobil konsep berwarna merah berhasil menyedot banyak perhatian, karena memutar-balikan fakta bahwa Lamborghini hanya bisa membuat supercar saja

Tentu saja, ide liar ini tidak bisa diwujudkan, jika dilakukan oleh Lamborghini seorang. Yang bertanggung-jawab membangun & mendesain Genesis (yang memiliki arti Kelahiran) adalah Bertone, rumah desain yang selalu menghasilkan karya-karya kontroversial namun bersejarah seperti Lancia Stratos

Kita mulai dari eksterior, siapa yang menyangka bahwa van bisa memakai pintu gullwing / sayap burung camar? Penggunaan pintu model ini membuat Genesis terlihat sangat futuristis, baik di zamannya maupun di saat sekarang

Oh iya, tentu saja ciri khas van yang menggunakan pintu model geser juga tetap dipasang oleh Bertone, agar fleksibilitas van tetap dijaga. Pastinya mudah membawa anak-anak dengan van unik ini!

Sekarang kita menuju interiornya. Sporty! Berbeda dengan van-van di tahun yang sama yang memiliki kabin yang datar & “tawar”, Bertone mendesain kabin Genesis yang dilapisi Alcantara dengan kombinasi desain pop-art, modern namun tetap fungsional

Lalu, kontribusi apa dari Lamborghini akan mobil konsep ini? Tentu saja mesin. Gilanya, Lamborghini memasangkan mesin terkuatnya pada saat itu, V12 5200cc bertenaga 455hp yang berasal dari Lamborghini Countach QV (Quattrovalvole).

Bayangkan dengan mesin sekuat itu, pastinya van ini mampu berlari sangat kencang! Untuk menemani mesin kuat itu, karena pada saat itu Lamborghini sudah diakuisisi oleh Chrysler, para insinyur Lamborghini memasangkan transmisi otomatik TorqueFLite 3-percepatan, yang pada saat itu merupakan transmisi terkuat & terbaik untuk model otomatik

Karena Bertone menginginkan Genesis memiliki konfigurasi FR, Lamborghini membuat mesinnya ditempatkan secara longitudinal dan berada dibawah jok depannya, membuat kabin Genesis tetap lapang & lega. Uniknya, karena panas yang dihasilkan mesinnya, sistem pemanas kabin sendiri tidak diperlukan lagi karena suhu kabin tetap terjaga

Ini adalah deskripsi akan Genesis, yang dibawakan oleh Nuccio Bertone, Direktur & Kepala Desain dari Bertone pada saat itu (1988) Di tahun yang sama pula, Lamborghini juga meluncurkan sebuah konsep yang tidak kalah unik pula, LM002, sebuah mobil model SUV kelas berat yang konon pernah dibeli oleh Timor Indonesia

Jika LM002 berhasil meluncur pada jalur produksi meski terbatas, maka Genesis hanya berakhir di model konsep saja. Namun tentu saja, dengan Genesis, Bertone & Lamborghini berhasil memecahkan mitos, bahwa Lamborghini tidak hanya mampu membuat sebuah supercar yang kencang saja, namun juga sebuah van yang nyaman, unik & tentu saja…masih tetap kencang
Sumber : Bertone Design

Minggu, 17 April 2011

Lamborghini Estoque Wagon Sport Car, Lagi-Lagi Mengincar Ferrari!

Lamborghini Estoque Wagon Sport Car, Lagi-Lagi Mengincar Ferrari!



Belum saja Estoque masuk dalam jalur produksi, tim desainer dari Car & Driver sudah berpikir, bagaimana bentuk Estoque Wagon nanti yang akan bersaing dengan Ferrari FF!

Bisa dibilang, Lamborghini tidak asing dengan estate, contohnya adalah Lamborghini Faena, yang sayangnya…tidak ditanggapi positif oleh Lamborghini dan hanya berakhir di museum Lamborghini

Melihat bahwa Lamborghini sekarang berada satu grup dengan Porsche, bisa saja nanti Lamborghini membuat Estoque berbasis dari Porsche Panamera, dan bersama Aventador, pastinya bisa menjadi sumber uang baru untuk Volkswagen Group!
Sumber : Car & Driver

Sabtu, 16 April 2011

Chris Brown & Supercar Lamborghini Gallardo, Membawa Suasana Perang Dunia Ke Jalanan

Chris Brown & Supercar Lamborghini Gallardo, Membawa Suasana Perang Dunia Ke Jalanan



Nekat! Inilah ucapan pertama yang saya katakan ketika pertama kali melihat Lamborghini Gallardo milik Chris Brown, seorang penyanyi R & B yang sedang naik daun itu. Dengan warna & grafik ala pesawat tempur ala perang dunia ke-2 ini, tampang Gallardo yang eksotis berubah menjadi garang!

Ini adalah ide dari Sean Burnley, seorang modifikator mobil dengan nama BodyShot dari Georgia yang terkenal di kalangan para rapper & penyanyi kulit hitam serta komunitas Hot-Rod. Banyak kreasi-kreasinya dipakai oleh mereka, seperti T-Pain.

Sean mengatakan, bahwa Gallardo milik Chris Brown terlihat kurang “unik”, apalagi Gallardo bisa dibilang sudah terlalu sering dilihat di Hollywood & Beverly Hills, membuat imej-nya terasa kurang pas dengan Chris Brown yang ingin selalu berbeda

Awalnya, Sean memberikan ide pada Chris Brown agar Gallardo-nya dicat berwarna camo ala tentara, namun setelah melihat hasil Photoshop buatan Brad Keener, Sean akhirnya memilih skema warna ala Pesawat P-51 Mustang yang terkenal di PD-2 itu (sempat dimiliki AURI Indonesia juga lho!) & Chris juga mengiyakan!

Hasilnya? Meskipun tidak semua orang suka dengan skema warna ini (apalagi jika dilakukan pada Lamborghini!), namun tentu saja, Gallardo milik Chris Brown ini terlihat unik & sangar!

Semoga saja Chris menyayangi Gallardo yang menggunakan kode angka yang memiliki inisal C-H-R-I-S-B ini, tidak seperti ketika ia menghajar Rihanna sampai bonyok & digugat itu!
Sumber : BodyShot Custom Paint Works