Tampilkan postingan dengan label mobil modifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mobil modifikasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2011

Singer Design 911,Klasik Merupakan Yang Terbaik

Singer Design 911, Terkadang Hal Yang Klasik Merupakan Yang Terbaik

Pada tahun 1998, Porsche 911 berpendingin udara terakhir akhirnya selesai diproduksi oleh Porsche, karena akan digantikan oleh versi modern yang menggunakan pendingin air dengan kode 996. Dengan pendingin air, mesin 6 silinder segaris Porsche menjadi lebih mudah dirawat & lebih “tahan banting”

Namun, banyak fans Porsche beranggapan bahwa Porsche 911 yang “murni” adalah yang versi klasik berpendingin udara keluaran tahun 1963 sampai 1989. Saat itu Porsche 911 merupakan sportcar ringan, mesin yang ditaruh dibelakang serta yang terpenting : Berpendingin udara

Sayang, karena peraturan emisi, keamanan & kenyamanan yang ketat, karakter asli Porsche 911 yang benar-benar membius menjadi terasa “hambar”. Karena alasan inilah, Singer Vehicle Design, rumah desain dari Los Angeles meluncurkan 911 Classic untuk para pencinta 911 yang menginginkan kembali cita-rasa 911 yang dicintai banyak pengemudi

Singer Design, berkeinginan agar 911 desain mereka ini memiliki keunggulan dari seluruh lini 911 yang pernah diproduksi, seperti semangat dari 911 klasik, desain tajam nan agresif dari 911 versi balap tahun 1974, keandalan dari 911 era 80an, dan kekuatan & teknologi dari 911 seri 964 / 993

Bagaimana caranya? Ini dia metode pembuatan ala Singer Design dalam membuat 911 “Sempurna” versi mereka yang dibuat oleh tangan ini :

Pertama, mereka mengambil 911 klasik keluaran 1969 sampai 1989 sebagai mobil donor, dan menelanjanginya sampai sasis-sasisnya. Setelah siap dirombak, mereka lalu memperkuat rangka bodynya untuk menambah kekakuan rangkanya dengan “kulit” tambahan berbahan karbon fiber. Yang hebatnya, selain pintu, seluruh body 911 yang aslinya berbahan metal digantikan bahan kuat & ringan, Karbon Kevlar

Selain body & rangka, upaya lainnya dari Singer untuk menambah kestabilan 911 ini adalah dengan menggunakan sistem suspensi MacPherson dari Porsche Carrera SC (Sport Classic) serta per dari Eibach dan anti-roll bars daru Smart Racing. Membuatnya siap diajak meliuk-liuk dengan mudah, sesuai dengan ciri khas Porsche 911 sebagai mobil dengan handling terbaik!

Untuk mempermudah pengendaliannya, sistem kemudi asli 911 dari ZF digantikan dengan power steering elektrik yang diklaim Singer mampu mengemulasi rasa akan “Dekatnya pengemudi & jalanan”. Penggunaan power steering elektrik juga dimaksudkan agar mobil ini lebih mudah dikemudikan di jalan raya yang ramai

Ini dia keunggulan dari 911 Singer Design : Mesin berpendingin udara. Singer Design menggunakan mesin berpendingin udara terakhir yang dibuat Porsche yaitu Flat Six 3600cc dari Porsche 993 yang ditingkatkan kapasitasnya menjadi 3820cc berkat komponen dari Ninemeister & Jerry Woods Enterprises.

Untuk menambah responsifitas & fleksibilitasnya, ECU dari Motec serta kontrol traksi digunakan. Hasilnya? Singer 911 ini mampu menyediakan tenaga 360hp untuk pemakaian normal, dan 425hp jika pengemudi ingin merasakan sensasi “911″

Bagaimana performanya? 0-100km/h hanya dalam waktu 3,9 detik serta topspeed 274km/h. Tidak kalah dengan mobil keluaran terbaru bukan? Bayangkan…performa impresif ini dihasilkan dari mobil donor yang berusia hampir 40 tahun!

Peraturan pertama dalam membuat mobil kencang : Gunakan rem yang kuat. Singer akhirnya memasang perangkat rem terbaru 4 piston dari Brembo, yang bersembunyi dibalik velg palang 5 “Zuffenhaus” berbahan alumunium yang kondang dikalangan penggemar Porsche & Volkswagen. Velg cantik berukuran 17″ itu lalu dibalut ban Michelin Pilot Sport, sama seperti 911 terbaru

“Mengagumkan” adalah kata yang terpikir di kepala ketika melihat interior garapan Rob Singer! Dengan kulit serta jahitan kelas atas yang menyelimuti kabin 911 ini, pastinya kita akan terpesona akan kerapihannya & kemiripannya dengan 911 klasik. 2 barang andalannya adalah jok Recaro elektrik serta setri MOMO Monza, barang utama yang wajib dimiliki kolektor 911 klasik

Hebatnya, Singer dapat memasang perangkat modern seperti AC, navigasi satelit dari Garmin, konektivitas iPod serta Bluetooth sebagai opsi tambahan

Sebenarnya itu terasa tidak aneh, karena Singer sendiri memasang lampu HID serta sensor spoiler untuk naik-turun sesuai kecepatan. Pastinya 911 Classic ini tidak kalah canggih dengan Porsche 911 baru bukan?

Penasaran ingin merasakan sensasi 911 Classic “original”? Silahkan memesan ke Singer Vehicle Design dan siapkan dana sebesar $200.000 untuk membelinya
Mahal? Namanya juga membeli maha-karya

Selasa, 19 April 2011

RUF CTR2 Yellowbird,The Motorplus Sepanas Sinar Matahari!

RUF CTR2 Yellowbird,The Motorplus Sepanas Sinar Matahari!



RUF? Bisa dibilang adalah tuner Porsche yang jarang didengar, kecuali oleh penggemar Porsche atau game balap. Ya, sebelum era Gran Turismo PS3, satu-satunya cara agar kita dapat merasakan sensasi flatsix dari Porsche adalah via RUF, yang memiliki spesialisasi membuat Porsche menjadi sebuah monster cantik bertenaga besar

Salah satu kreasi paling monumental dari RUF adalah CTR, yang akrab dipanggil “Yellowbird” karena warna kuningnya yang benar-benar mencolok mata. CTR sendiri, memiliki 3 generasi, dari yang berbasis Porsche 964, 993 yang kali ini saya ulas, dan 997 yang tidak lagi memakai nama “Yellowbird”. Yang paling fenomenal adalah CTR2, yang berbasis dari Porsche 993 dengan penggerak 4WD

Modifikasi besar-besaran dilakukan oleh RUF, salah satunya di sektor mesin. Mesin Boxer 6 silinder berkapasitas 3600cc bawaan 993 ditambah 2 unit turbocharger baru yang lebih kuat serta menambah presisi rakitan mesinnya. Hasilnya? Tenaga sebesar 580hp dengan mudah didapatkan, termasuk besar untuk ukuran Porsche

Modifikasi lainnya, yang termasuk ekstrem adalah merubah diferensial Porsche, sehingga masih kuat menopang tenaga besar via penggerak 4WD-nya. Hasilnya adalah pengendalian khas Porsche, namun ditambah kecepatannya…2x!

Performa yang dihasilkan berkat kombinasi mesin kuat & penggerak 4WD membuahkan hasil yang spektakuler : Akselerasi 0-100km/h hanya dalam waktu 3,5 detik, serta topspeed 340km/h. Membuat CTR2 menjadi salah satu mobil tercepat di dunia pada saat itu, bersaing dengan Ferrari F50 & Jaguar XJ220. Lamborghini Diablo? Hilang tak berbekas disikat Yellowbird!

Namun, hal terbaik dari CTR2 adalah handlingnya. Berkat pemakaian sistem AWD, pengendara Yellowbird dengan mudah membawa mobil ini dipacu dalam kecepatan maksimum tanpa takut kehilangan traksi. Saking impresifnya, hanya Mclaren F1 saja yang mampu mengalahkan catatan waktu CTR2, yang memiliki harga 3x lipat lebih besar dibanding CTR2!

Interior CTR2 sendiri, masih terbilang tidak terlalu berubah drastis dengan 993 Turbo. Hanya jok kulit dari Recaro yang dipasang sabuk pengaman dari Simpson serta rollcage yang bersembunyi dibalik kabinnya

Melihat performanya yang sangat hebat, RUF pernah mencoba membuat versi balap dari CTR2 untuk mengikuti lomba hillclimb Pikes Peak pada tahun 1997. Dikemudikan oleh Steven & David Beddor bersaudara, CTR2 versi balap ini benar-benar mengagetkan, karena dibanding mobil lainnya, mereka mengemudikan Yellowbird ini dari markas mereka menuju trek lomba alias masih Street Legal. Hasilnya? Posisi terhormat berhasil digondol, yaitu Steven pada posisi ke-2, dan David di posisi ke-4, meskipun awalnya CTR2 memuncaki posisi kualifikasi

Ya, bahkan dengan desain simpelnya, para tuner Eropa memang tidak terlalu senang akan desain-desain mencolok & agresif ala tuner Jepang, meskipun dibaliknya menyimpan tenaga raksasa & pengendalian sempurna!

Minggu, 17 April 2011

ADV.1 Ferrari California, The Mobil Sport California Love

ADV.1 Ferrari California, The Mobil  Sport California Love



C-A-L-I-F-O-R-N-I-A
Mengawali tema “Supercar” di bulan ini, saya akan mengulas (sedikit) tentang Ferrari California, sebuah sportcar Grand Touring yang pertama kali diperkenalkan di Paris Motor Show 2008

Yep, mobil konvertibel dengan konfigurasi kursi 2+2 ini juga dimiliki oleh si wanita penguras uang ratusan miliar Rupiah, Malinda Dee, meskipun bedanya, California ini merupakan salah satu mobil demo milik pabrikan velg papan atas, ADV.1

Dengan mesin V8 4300cc bertenaga 450hp yang ditempatkan di depan, tentu saja California merupakan mobil yang kencang. Performanya baik juga, bahkan termasuk hebat untuk ukuran mobil konvertibel!

Ini dia figurnya : Kecepatan maksimum sekitar 310km/h & mampu berakselerasi 0-100km/h hanya dalam waktu 4 detik, sama dengan Ferrari F430 (yang juga dimiliki oleh Malinda Dee) meskipun memiliki bobot & tenaga yang lebih kecil, hebat kan!

Ini semua, berkat inovasi-inovasi Ferrari yang pertama kali mereka lakukan di mobil yang mengambil nama dari mobil legendaris, Ferrari 250 GT buatan tahun 1950, seperti :
-Ferrari pertama dengan mesin V8 yang ditempatkan di depan
-Ferrari pertama dengan transmisi 7-percepatan dan kopling ganda
-Ferrari pertama dengan atap metal yang dapat dilipat
-Ferrari pertama dengan suspensi multi-link di belakang
-Ferrari pertama dengan teknologi Direct Petrol Injection

Meski bukan yang pertama dilakukan (pabrikan lain sudah lebih awal melakukannya), namun ini menunjukan bahwa Ferrari mulai merubah imej mereka menjadi lebih mengerti pasar & teknologi saat ini

Dengan segala kelebihan itu, tentu saja banyak orang yang kepincut dengan mobil cantik seharga 4-5 miliar Rupiah ini, dari produsen velg sampai seorang kriminal!
Sumber : ADV.1

Supersport Dodge Viper SRT10 ACR, Sang Ular Berbisa Pemangsa Corvette!

Supersport Dodge Viper SRT10 ACR, Sang Ular Berbisa Pemangsa Corvette!





Bagi penggemar mobil sport, pasti hapal dengan tampang sangar & intimidatif ini. Ya, sang supercar kebanggan Amerika, Viper. Mesin buas bak ular yang sedang lapar, handling liar yang butuh kemampuan untuk mengendalikannya, serta desain agresif, siapa yang tidak tahu akan mobil ini?



Meskipun memiliki imej yang mengerikan, namun jika sudah tahu kemampuan serta cara mengendalikannya, maka Viper akan berubah menjadi mesin pembantai di sirkuit, seperti yang dibuktikan oleh Mopar, rumah modifikasi resmi dari Chrysler Group serta pembalap Kuno Wittmer
Dengan versi SRT10 ACR (American Club Racer), Viper mampu menghancurkan rekor lap di Miller Motorsports Park dengan catatan waktu 1:59.995, lebih cepat 4 detik, jauh meninggalkan rekor yang sebelumnya dicetak oleh Corvette ZR1 yang dipiloti oleh Jan Magnussen (2:03.86)

Hebatnya, rekor Viper kali ini dicetak pada konfigurasi sirkuit Miller Motorsport Park versi Outer Course, yang perdana kali dimulai pada saat rekor Viper ini dicetak. Benar-benar paten!

Kuno Wittmer sendiri berkata “Viper ACR ini benar-benar gila, mampu dipacu habis-habisan di sirkuit sampai batas maksimum, dan aku yakin bahwa aku mampu menyikat semua tikungan tanpa kesalahan”. Viper SRT10 ACR yang merupakan Viper versi terakhir sebelum berhenti produksi ini juga memiliki reputasi terhormat sebagai penghancur rekor lap, seperti di Laguna Seca (2009, 1:33.92), serta sirkuit kebanggan Eropa, Nordschleife (2008, 7:22.1)

Seperti yang kita tahu, Viper merupakan sportcar yang menggunakan mesin raksasa, V10 8400cc yang berasal dari truk Dodge RAM, membuatnya memiliki tenaga yang raksasa. Untuk versi ACR sendiri, mesin ini dimodifikasi agar mampu menghasilkan tenaga sebesar 600hp serta torsi maksimum yang fenomenal, 760nm!

Dengan bobot yang lebih ringan serta aerodinamika yang lebih baik dibanding Viper biasa, versi ACR ini mampu berakselerasi 0-96km/h hanya dalam waktu dibawah 4 detik serta kecepatan maksimum 296 km/h

Standar untuk ukuran mobil balap? Ini bukan kelebihan khas mobil sport Amerika, karena kemampuan sebenarnya dari Viper terasa pada dipacu 0-402m, karena hanya butuh waktu 11 detik kurang! Masih belum menggetarkan? Ini performa lainnya : 0-161km/h lalu berhenti, hanya butuh waktu 11 detik. Sinting!

Untuk menahan tenaga sebesar itu, Mopar melakukan 2 cara. Pertama, untuk menambah daya tekannya, sebuah Air Splitter berbahan karbon fiber didepan serta sayap raksasa yang dapat diatur di belakang, membuatnya mampu menahan tekanan 453,6kg pada kecepatan 241km/h. Pastinya berguna untuk makin “merekatkan” Viper ACR dengan aspal sirkuit

Yang kedua adalah di kaki-kakinya. Mopar bekerja sama dengan KW Suspension membuat suspensi khusus 2-jalur yang dapat disetel dengan spek kompetisi, serta perangkat rem dari StopTech yang bersembunyi dibalik velg alumunium ringan yang dibalut ban kompetisi Michelin PS Cup

Dengan segala kemampuan impresif dari Viper ACR, siapa yang berani menantangnya? Gila, buas & kencang. Pastinya Lamborghini & Ferrari sekalipun akan pikir panjang jika ingin menantangnya di sirkuit!

Lamborghini Estoque Wagon Sport Car, Lagi-Lagi Mengincar Ferrari!

Lamborghini Estoque Wagon Sport Car, Lagi-Lagi Mengincar Ferrari!



Belum saja Estoque masuk dalam jalur produksi, tim desainer dari Car & Driver sudah berpikir, bagaimana bentuk Estoque Wagon nanti yang akan bersaing dengan Ferrari FF!

Bisa dibilang, Lamborghini tidak asing dengan estate, contohnya adalah Lamborghini Faena, yang sayangnya…tidak ditanggapi positif oleh Lamborghini dan hanya berakhir di museum Lamborghini

Melihat bahwa Lamborghini sekarang berada satu grup dengan Porsche, bisa saja nanti Lamborghini membuat Estoque berbasis dari Porsche Panamera, dan bersama Aventador, pastinya bisa menjadi sumber uang baru untuk Volkswagen Group!
Sumber : Car & Driver

10 KeDahsyatan Mobil Sport Alfa Romeo 4C,

10 KeDahsyatan Mobil Sport Alfa Romeo 4C,



Oke, saya akan jujur kepada anda : Saya jatuh cinta dengan Alfa Romeo 4C!
Dari dulu saya selalu memikirkan, kapan Alfa Romeo memiliki sportcar indah yang kencang, memiliki handling yang baik serta memiliki penggerak roda belakang, dan tentu saja…memiliki harga yang masuk akal

Bukankah ada Alfa Romeo Brera? Meskipun harga & performanya bagus, Brera memakai penggerak 4WD Torsen yang meskipun stabil, namun kurang memberikan rasa “Alfa Romeo” klasik yang membuat banyak orang tergila-gila pada Alfa Romeo
Ini dia 10 alasan, mengapa saya, jatuh cinta terhadap sportcar kompak pesaing Porsche Cayman ini!

Merupakan Saudara 8C
Alfa Romeo 8C adalah salah satu supercar yang paling diidam-idamkan oleh penggemar Alfa Romeo atau supercar Italia. Dengan desain indah, mesin yang berasal dari Maserati GranTurismo, serta kabin yang benar-benar cantik, siapa yang tidak mengaguminya? Sayangnya…karena kuantitas yang terbatas serta harganya yang benar-benar mahal, membuat banyak Alfisiti tidak dapat merasakan sensasi membius dari 8C

Beruntunglah, Alfa membuat 4C seperti 8C, seperti penggunaan serat karbon & alumunium di body & sasis, serta tentunya penggerak roda belakang. Yang lebih menyenangkan lagi : 4C direncanakan akan dibuat massal!

Bobot Yang Ringan
Salah satu kelebihan utama yang legendaris dari Alfa Romeo adalah memiliki handling yang (sangat) baik, dan salah satunya didapatkan dari bobot yang ringan. Namun, tidak seperti Alfa Romeo klasik, sekarang produk-produknya, seperti Brera & GTA, memiliki bobot yang relatif berat. Melihat banyak keinginan agar Alfa memiliki sportcar ringan, akhirnya terwujudlah 4C, yang memiliki rasio tenaga & berat yang impresif, 4kg/hp! Ini berkat bobot ringan (hanya 850kg!) dari penggunaan bahan baku serat karbon untuk body & alumunium untuk sasis

RWD
Selain bobot yang ringan, penggerak roda belakang adalah salah satu ciri khas sportcar Alfa Romeo klasik. Setelah 8C, Alfa memasang penggerak roda belakang kepada 4C. Kombinasi antara bobot yang ringan & RWD, pasti menghasilkan mobil yang nikmat dikendarai, apalagi distribusi bobotnya termasuk ideal, 40% di depan & 60% dibelakang

Berbasis Dari KTM X-Bow
Mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa Alfa menggunakan sasis modifikasi dari X-Bow yang dirancang oleh Dallara, membuat dimensi 4C menjadi kompak. Dan anda tahu sendiri kan kemampuan Dallara & X-Bow di dunia balap? Pastinya sasis ini memiliki faedah yang membuat Alfa memasang sasis ini ke 4C

Sistem Suspensi Yang Mantap
Bobot yang ringan, penggerak RWD & sasis yang baik tentunya masih belum cukup untuk membuat 4C menjadi sportcar “Alfa Romeo Sejati” tanpa suspensi yang bagus. Untuk itu akhirnya Alfa memasang suspensi revolusioner, McPherson Quadrilateral di depan & belakang. Membuat pengendalian 4C dipastikan akan impresif & responsif

Mesin Kompak Bertenaga
Inilah alasan mengapa Alfa menamakan sportcar terbarunya bernama 4C, karena Alfa membenamkan mesin kuat 4 silinder turbo berkapasitas 1750cc dari Alfa Romeo Giulietta Q, yang memakai teknologi canggih seperti Direct Fuel Injection, Dual Continuously Variable Valve Timing, serta kontrol turbocharger yang khusus, agar mencegah turbo lag. Belum lagi, tenaga yang lebih dari 200hp itu disalurkan melalui transmisi dual kopling Alfa TCT yang baru saja dipakai oleh Alfa Romeo MiTo

Desain Yang Cantik
Oke, mungkin anda akan melihat garis-garis desain dari Giulietta pada 4C, namun itu bukanlah hal yang buruk bukan? Alfa Romeo yang (selalu) memiliki desain keren yang khas, lagi-lagi memperlihatkan pada produsen lain, bagaimana caranya membuat sportcar menjadi anggun, eksotis & tetap memiliki ciri khas

Harga Yang Kompetitif
45.000 euro mungkin bukanlah harga yang murah. Hey, tapi ini kan bukan mobil sedan atau minivan? Harga segitu, dengan segala kelebihan & nama besar Alfa, tentunya lebih menarik banyak orang dibanding Porsche Cayman atau Nissan 370Z. Belum lagi varian Spider yang (bisa dipastikan) akan muncul, membuat ketar-ketir Boxster & 370Z Cabriolet!

Ini adalah Alfa, Alfa Romeo
Dengan sejarah, ciri khas & desain yang legendaris, bahkan seorang Jeremy Clarkson & James May dari Top Gear pun berani berkata : Anda bukanlah seorang penggemar mobil sejati, jika belum pernah memiliki atau mengendarai Alfa Romeo. Masuk diakal memang, jika melihat bahwa (hampir) setiap Alfa Romeo, memiliki keunikan tersendiri dibanding mobil-mobil lainnya!
Jadi, wajar bukan…jika saya jatuh cinta terhadap Alfa Romeo 4C?