Tampilkan postingan dengan label modifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modifikasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2011

Modifikasi terbaru Rowen A4 Avant S-Line

Rowen A4 Avant S-Line, Estate Sangar Racikan Jepang!


Hitam, panjang & kencang. Audi A4 Avant memang keren! Meskipun sporty, namun karena diperuntukan untuk mengangkut keluarga, tentunya kenyamanannya bisa diandalkan. Perjalanan jauh? pasti menyenangkan dengan A4 Avant. Meskipun keren, namun bagaimana jika anda ingin “bergaya” menggunakan mobil estate? Malu dong dipanggil “bapak-bapak” atau “emak-emak” karena pakai estate?

Ha, itu hanya perumpamaan saja, namun jika anda ingin A4 Avant anda lebih sangar dan stylish, bisa dicoba trik dari Rowen ini. Rowen, tuner dari mana itu? Brand baru itu, dibuat oleh Tommy Kaira, yang terkenal dalam dunia modifikasi terutama Nissan, untuk ditujukan pada pasar-pasar dunia, dan berspesialisasi dalam tuning mobil Eropa, seperti Audi misalnya

Penggunaan body-kit simpel nan menawan berbahan FRP & Karbon, membuat wajah A4 B8 ini makin tampan, dan tentunya masih terlihat fungsional serta elegan. Oh iya, velg Prodrive GC-05K warna Meister Black berukuran 19″ yang dibalut ban Bridgestone Potenza S001, serasi dengan sudut-sudut tajam Audi. Keren!

Berminat meminang kit dari Tommy Kai- eh Rowen ini? silahkan ditengok dulu spec sheet-nya disini. Oh iya, jujur saja…warna hitam dari Rowen A4 Avant S-Line ini benar-benar membius!

Selasa, 19 April 2011

Adu kelistikan Otomotif edo Competition CCR, Menambah Tips Otomotif Sang Jagoan “Tua”

Adu kelistikan Otomotif edo Competition CCR, Menambah Tips Otomotif Sang Jagoan “Tua”



Apa persamaan antara Porsche Carrera GT & Koenigsegg CCR? Kedua-duanya dibuat dari tahun 2004 sampai 2006, serta kedua-duanya kali ini mendapat suntikan modifikasi dari tuner terkenal dari Jerman. Jika Carrera GT mendapat dosis modifikasi dari Gemballa bernama Mirage GT, maka CCR mendapat kit “Evolution” dari edo Competition

Melihat usia CCR yang sudah berusia 5 tahun, tentunya muncul pertanyaan di benak : “Untuk apa mobil lama dimodifikasi?”. Ini bukan berarti CCR mobil jelek atapun kurang garang, karena tenaga maksimum bawaanya saja sudah mencapai 827hp, membuatnya menjadi salah satu mobil terkencang pada saat itu!

Alasannya karena, bagi pemiliknya yang berlokasi di Belanda, CCR sekarang sudah tidak sebrutal dulu. Akhirnya, ia membawa mobil keren ini ke edo Competiion, agar diberi modifikasi “simpel”. Unit supercharger tambahan buatan HAS akhirnya dipilih untuk menambah suntikan tenaga di rpm rendah pada mesin Ford V8 4700cc Twin Turbo, membuatnya makin “sinting”, 891hp!

Namun, tenaga raksasa bukanlah tujuan edo Competition, karena naiknya tenaga tidak terlalu berpengaruh pada performa bawaan CCR yang sudah impresif. Menurut edo, tujuan mereka adalah membuat tenaga besar itu lebih menyebar di setiap putaran mesin, serta torsi maksimumnya lebih cepat tercapai”. Jadi, pemasangan supercharger ini membuat CCR jadi lebih responsif & enak dipakai di perkotaan

Selain supercharger, gearbox manual buatan pabrikan Swedia ini pun dirubah agar lebih mudah diganti persenelingnya. Manajemen mesinnya pun disetting, seperti tekanana superchargernya akan mulai menyalak pada 3.700rpm sampai 6.000rpm, serta redline-nya dipotong, dari 7.600rpm berubah menjadi 7.200

Karena alasan tidak fungsional, edo akhirnya mengurangi topspeed CCR ini, dari 394km/h menjadi 390km/h. Alasannya karena dengan untuk kecepatan segitu, sangat berbahaya & membutuhkan jalan lurus yang panjang. Belum lagi soal ban yang lebih cepat habis, toh kecepatan 390km/h sudah cukup menakutkan untuk mobil-mobil lain bukan?

Ya, pada akhirnya, modifikasi yang baik adalah yang fungsional, bukan hanya menambah tenaga ataupun topspeed, namun mengurangi kenikmatan & kenyamanan berkendara!

Minggu, 17 April 2011

Lamborghini Estoque Wagon Sport Car, Lagi-Lagi Mengincar Ferrari!

Lamborghini Estoque Wagon Sport Car, Lagi-Lagi Mengincar Ferrari!



Belum saja Estoque masuk dalam jalur produksi, tim desainer dari Car & Driver sudah berpikir, bagaimana bentuk Estoque Wagon nanti yang akan bersaing dengan Ferrari FF!

Bisa dibilang, Lamborghini tidak asing dengan estate, contohnya adalah Lamborghini Faena, yang sayangnya…tidak ditanggapi positif oleh Lamborghini dan hanya berakhir di museum Lamborghini

Melihat bahwa Lamborghini sekarang berada satu grup dengan Porsche, bisa saja nanti Lamborghini membuat Estoque berbasis dari Porsche Panamera, dan bersama Aventador, pastinya bisa menjadi sumber uang baru untuk Volkswagen Group!
Sumber : Car & Driver

10 KeDahsyatan Mobil Sport Alfa Romeo 4C,

10 KeDahsyatan Mobil Sport Alfa Romeo 4C,



Oke, saya akan jujur kepada anda : Saya jatuh cinta dengan Alfa Romeo 4C!
Dari dulu saya selalu memikirkan, kapan Alfa Romeo memiliki sportcar indah yang kencang, memiliki handling yang baik serta memiliki penggerak roda belakang, dan tentu saja…memiliki harga yang masuk akal

Bukankah ada Alfa Romeo Brera? Meskipun harga & performanya bagus, Brera memakai penggerak 4WD Torsen yang meskipun stabil, namun kurang memberikan rasa “Alfa Romeo” klasik yang membuat banyak orang tergila-gila pada Alfa Romeo
Ini dia 10 alasan, mengapa saya, jatuh cinta terhadap sportcar kompak pesaing Porsche Cayman ini!

Merupakan Saudara 8C
Alfa Romeo 8C adalah salah satu supercar yang paling diidam-idamkan oleh penggemar Alfa Romeo atau supercar Italia. Dengan desain indah, mesin yang berasal dari Maserati GranTurismo, serta kabin yang benar-benar cantik, siapa yang tidak mengaguminya? Sayangnya…karena kuantitas yang terbatas serta harganya yang benar-benar mahal, membuat banyak Alfisiti tidak dapat merasakan sensasi membius dari 8C

Beruntunglah, Alfa membuat 4C seperti 8C, seperti penggunaan serat karbon & alumunium di body & sasis, serta tentunya penggerak roda belakang. Yang lebih menyenangkan lagi : 4C direncanakan akan dibuat massal!

Bobot Yang Ringan
Salah satu kelebihan utama yang legendaris dari Alfa Romeo adalah memiliki handling yang (sangat) baik, dan salah satunya didapatkan dari bobot yang ringan. Namun, tidak seperti Alfa Romeo klasik, sekarang produk-produknya, seperti Brera & GTA, memiliki bobot yang relatif berat. Melihat banyak keinginan agar Alfa memiliki sportcar ringan, akhirnya terwujudlah 4C, yang memiliki rasio tenaga & berat yang impresif, 4kg/hp! Ini berkat bobot ringan (hanya 850kg!) dari penggunaan bahan baku serat karbon untuk body & alumunium untuk sasis

RWD
Selain bobot yang ringan, penggerak roda belakang adalah salah satu ciri khas sportcar Alfa Romeo klasik. Setelah 8C, Alfa memasang penggerak roda belakang kepada 4C. Kombinasi antara bobot yang ringan & RWD, pasti menghasilkan mobil yang nikmat dikendarai, apalagi distribusi bobotnya termasuk ideal, 40% di depan & 60% dibelakang

Berbasis Dari KTM X-Bow
Mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa Alfa menggunakan sasis modifikasi dari X-Bow yang dirancang oleh Dallara, membuat dimensi 4C menjadi kompak. Dan anda tahu sendiri kan kemampuan Dallara & X-Bow di dunia balap? Pastinya sasis ini memiliki faedah yang membuat Alfa memasang sasis ini ke 4C

Sistem Suspensi Yang Mantap
Bobot yang ringan, penggerak RWD & sasis yang baik tentunya masih belum cukup untuk membuat 4C menjadi sportcar “Alfa Romeo Sejati” tanpa suspensi yang bagus. Untuk itu akhirnya Alfa memasang suspensi revolusioner, McPherson Quadrilateral di depan & belakang. Membuat pengendalian 4C dipastikan akan impresif & responsif

Mesin Kompak Bertenaga
Inilah alasan mengapa Alfa menamakan sportcar terbarunya bernama 4C, karena Alfa membenamkan mesin kuat 4 silinder turbo berkapasitas 1750cc dari Alfa Romeo Giulietta Q, yang memakai teknologi canggih seperti Direct Fuel Injection, Dual Continuously Variable Valve Timing, serta kontrol turbocharger yang khusus, agar mencegah turbo lag. Belum lagi, tenaga yang lebih dari 200hp itu disalurkan melalui transmisi dual kopling Alfa TCT yang baru saja dipakai oleh Alfa Romeo MiTo

Desain Yang Cantik
Oke, mungkin anda akan melihat garis-garis desain dari Giulietta pada 4C, namun itu bukanlah hal yang buruk bukan? Alfa Romeo yang (selalu) memiliki desain keren yang khas, lagi-lagi memperlihatkan pada produsen lain, bagaimana caranya membuat sportcar menjadi anggun, eksotis & tetap memiliki ciri khas

Harga Yang Kompetitif
45.000 euro mungkin bukanlah harga yang murah. Hey, tapi ini kan bukan mobil sedan atau minivan? Harga segitu, dengan segala kelebihan & nama besar Alfa, tentunya lebih menarik banyak orang dibanding Porsche Cayman atau Nissan 370Z. Belum lagi varian Spider yang (bisa dipastikan) akan muncul, membuat ketar-ketir Boxster & 370Z Cabriolet!

Ini adalah Alfa, Alfa Romeo
Dengan sejarah, ciri khas & desain yang legendaris, bahkan seorang Jeremy Clarkson & James May dari Top Gear pun berani berkata : Anda bukanlah seorang penggemar mobil sejati, jika belum pernah memiliki atau mengendarai Alfa Romeo. Masuk diakal memang, jika melihat bahwa (hampir) setiap Alfa Romeo, memiliki keunikan tersendiri dibanding mobil-mobil lainnya!
Jadi, wajar bukan…jika saya jatuh cinta terhadap Alfa Romeo 4C?

Diseno-Art Lotus 7 Concept, Clasic Car Reinkarnasi Sang Legenda

Diseno-Art Lotus 7 Concept, Clasic Car Reinkarnasi Sang Legenda



Bagi penggemar mobil sport, pasti hapal dengan garis-garis desain ini. Ya, ini adalah interpretasi terbaru dari Lotus 7, yang sudah banyak dilakukan oleh banyak pihak, dari Caterham, Donkervoort atau pabrikan mobil kit lainnya yang dapat dibeli secara terpisah & dirakit sendiri

Diseno-Art, situs yang memiliki spesialisasi di bidang desain produk, mencoba melakukan interpretasi akan desain 7, yang dianggap monumental karena benar-benar memiliki semangat akan sportcar sejati oleh Colin Chapman, yaitu : “Simple & Ringan”

Hanya pengemudi & penumpang, mesin, suspensi & roda. Sinergi ini yang membuat nama Lotus 7 melambung tinggi, karena benar-benar membawa sang pengemudi dalam sensasi mengemudi yang murni, yaitu : “Hanya aku & mobil”

Diseno-art, membuat mobil konsep ini dengan masih membawa basis 7, yaitu roadster ringan, tanpa atap & simpel. Makanya selain kursi, setir & indikator, tidak ada lagi instrumen-instrumen lainnya yanga bisa mengurangi konsentrasi pengemudi

Belum ada rencana lebih lanjut akan desain ini. Semoga saja ada salah satu pabrikan raksasa (atau Lotus kembali meluncurkan 7) yang mau mengembalikan kembali salah satu desain sportcar abadi ini ke dunia, dikombinasikan dengan mesin 4-6 silinder turbo dan tentunya…handling yang benar-benar murni!
Sumber

Sabtu, 16 April 2011

ProtoMotors Spirra, Supercar Rasa Ginseng!

ProtoMotors Spirra, Supercar Rasa Ginseng!



Ingin memiliki supercar, namun ingin sesuatu yang berbeda? Banyak pilihannya. Dari yang memilih supercar dengan spesifikasi khusus & terbatas, atau memilih pabrikan yang…tidak terlalu terkenal namun memiliki performa yang baik

Bagaimana jika kita memilih opsi yang kedua. Maka pilihannya akan semakin banyak, dari yang buatan Eropa, sampai yang buatan Korea. Heh, Korea? Memangnya ada supercar dari Korea? Jangan salah, selain De Macross GT1, Korea juga memiliki supercar lain yang memiliki performa baik, serta harga yang kompetitif bernama Spirra

Spirra, yang awalnya didesain oleh perusahaan kecil bernama Oulim, setelah 10 tahun riset & pengetesan akhirnya diproduksi, setelah hak produksi Spirra dibeli oleh perusahaan karoseri Korea, ProtoMotors. Desain Spirra yang futuristik ini, sepertinya hampir mirip dengan Autobacs Garaiya atau Tommy Kaira ZZ-2. Pabrikan-pabrikan Korea memang sedang berbenah dalam soal desain, termasuk Hyundai

Body Spirra ini, dibuat dari karbon fiber dan dipasang di sasis spaceframe tubular. Dengan bobot hanya 1.323kg, Spirra termasuk ringan & sepertinya seimbang dengan saingan terdekatnya, Lotus Evora

Spirra yang memiliki 4 model ini memiliki 4 macam mesin juga. Konsumen bebas memilih, mau yang versi pertama yang diperkuat mesin V6 2700cc supercharger dari Hyundai Genesis bertenaga 175hp, sampai yang teringginya, V8 4600cc bertenaga 500hp, yang membuat Spirra mampu berakselerasi 0-100km/h hanya dalam 3,5 detik serta kecepatan maksimum 315km/h. Hebat kan!

Untuk menahan gempuran tenaga sebesar itu, ProtoMotors memasang perangkat rem kuat Brembo 6-piston di depan & 4-piston dibelakang, serta velg 18″ yang dibuat sendiri oleh ProtoMotors

Yang mengagumkan adalah interiornya, sangat keren, bahkan jika dibandingkan dengan pabrikan Eropa. Kombinasi antara karbon fiber & kulit berkualitas tinggi, memang berhasil membuat Spirra terlihat elit. Jangan lupa teknologi-teknologi seperti layar sentuh LCD untuk navigasi & perangkat hiburan

Untuk membuktikan kemampuan Spirra, ProtoMotors pernah membuat versi kompetisi dari Spirra untuk berkompetisi di kejuaraan Korean GT Master dan bersaing dengan kompetitornya seperti BMW M3 GTR, Porsche 911 GT3 RSR serta Nismo 350Z

Agar kemampuannya tidak kalah dengan saingannya, ProtoMotors memasang mesin V6 2700cc Twin Turbo dengan tenaga 600hp dan mampu melaju sampai 338km/h. Dengan kemampuan ini, Spirra mampu menjuarai KGTM pada tahun 2008. Termasuk hebat, karena debut awalnya dimulai pada tahun yang sama, di sirkuit Yongin Speedway

ProtoMotors sendiri lebih fokus pada pasar negaranya sendiri & Asia, sehingga Eropa & Amerika belum dapat mencicipi kemampuan Spirra. Semoga saja melihat animo pasar yang baik, ProtoMotors berencana memasukannya ke negara-negara lain, termasuk Indonesia!
Sumber : ProtoMotors

Aston Martin Modifikasi Vantage GT3, Ksatria Balap Mobil Sport Terbaru Inggris

Aston Martin Modifikasi Vantage GT3, Ksatria Balap Mobil Sport Terbaru Inggris



Perkenalkan Vantage GT3, mobil balap terbaru Aston Martin yang merupakan versi balap dari Vantage V12 yang untuk awalnya hanya disediakan untuk 10 pelanggan Aston Martin yang beruntung! Aston Martin berencana akan menurunkan mobil (super) keren ini untuk mengalahkan Ferrari 458 Italia & McLaren MP4-12C

Bagi penggemar Aston Martin pasti tahu versi sirkuit dari Vantage bernama GT4. Ya, GT3 ini disediakan untuk yang merasa versi GT4 kurang “menggigit”. Bagaimana tidak? dengan mesin lebih kuat V12 6000cc bertenaga 600hp, transmisi paddle shifter yang diperbaharui, serta elektronik yang lebih baik, pastinya GT3 bisa mencetak waktu lebih singkat dibanding GT4, bahkan dari DBR9S yang akan digantikannya

He, DBR9 akan digantikan? Untuk versi GT2 mungkin belum, karena Aston Martin belum membuat Vantage versi GT2, namun jika mobil berbobot hanya 2.755lbs ini mampu berprestasi, mungkin saja nanti Aston Martin & Inggris akan memiliki ksatria baru di arena balap!

Guild N One Modifikasi Toyota Supra D1/MSC, Konversi Mobil Toyota Terkeren!




Sewaktu di even Drift yang diselenggarakan MSC, Manabu Orido datang dengan mobil yang benar-benar unik, Celica berwarna putih. Heh? Celica di event drift?



Melihat tampang depannya, memang terlihat seperti Celica generasi terakhir, namun siluet dari sampingnya menunjukan bahwa ini bukan Celica, tapi….


…Supra JZX80!


Ya, Supra milik salah satu panitia di MSC ini dengan sukses mengadopsi front-end milik Celica. Guild N One, rumah modifikasi serta R/C drift yang bertanggung-jawab akan konversi ini membuat 1 set body-kit spesial hanya untuk Supra yang membuat penyegaran akan tampang Supra yang “itu itu saja”


Sekilas, jika melihat Supra bertenaga 600hp ini, saya jadi teringat akan Ridox Supra. Mungkinkah karena desainernya sama? atau ada campur tangan Max Orido disini? Yang jelas, hasilnya sangat rapih serta terlihat fungsional, karena selain menjadi kendaraan pribadi, pemiliknya juga memakai Supra ini di kejuaraan MSC Street Legal, yang mengharuskan mobilnya harus dapat sesuai dengan regulasi lalu-lintas Jepang


Velg Advan AVS T7 berukuran 18″ warna emas yang dibalut ban Yokohama Advan Neova AD-07 sangat serasi dengan warna putih mobil. Apalagi ketinggian mobil direduksi berkat kombinasi suspensi mahal TRD Adjustable serta Ikeya Formula, menghasilkan formula yang sangat terlihat “Jepang”


Di buritannya, GT Wing besar serta diffuser dari karbon buatan Guild N One makin menunjukan bahwa ini bukan Supra biasa. Belum lagi knalpot custom Titanium berukuran 130mm, pasti suara mesin 2JZ-GTE yang dibantu turbo Trust T-88-33D ini sangar!


Jadi, konversi front-end mobil tidak hanya berlaku untuk Nissan seperti Sileighty atau “Strawberry Face” yang menggunakan bagian Silvia S15, tapi juga Toyota Supra & Celica!

Spesifikasi

Guild N One Toyota Supra D1/MSC drift car

Mesin: Toyota 2JZ-GTE 3.0 ltr engine, Trust exhaust manifold with custom turbine bracket, Trust T-88-33D turbo and external wastegate, Trust 100mm front pipe, Sard 80mm catalyst, custom 80/100/130mm titanium exhaust, HPI cone filter, Custom 100mm aluminium intake pipe (painted blue), Trust intercooler and 80/90mm piping, custom intercooler spray Koyo aluminium radiator mounted lower in engine bay, Custom radiator hoses, ORC air separator tanks for radiator and power steering, Trust oil cooler, Nissan R34 GT-R in-tank fuel pump, Sard fuel regulator, Six Sard 800cc injectors, HKS F-Con V Pro ECU, Nutec oil

Tenaga Maksimum: 600bhp@7000rpm (1.4bar boost)
Torsi Maksimum: 506lb/ft@5500rpm (1.4bar boost)

Transmisi: Standard Getrag six-speed manual gearbox, ORC twin-plate clutch, ATS limited-slip differential.

Suspensi: TRD adjustable suspension kit, 18kg/mm front springs, 10kg/mm rear springs, Ikeya Formula fully adjustable suspension links, Ikeya Formula brushes, Ikeya Formula rear strut bar, Guild N One custom front strut bar with reinforcement braces.

Rem: Project Mu four-pot front callipers, Project Mu 345mm two-piece slotted front discs, Project Mu D1 spec pads, Project Mu barided brake lines.

Velg & Ban: Yokohama AVS T7 9.5x18in wheels with Yokohama Advan Neova AD-07 265/35×18 tyres

Eksterior: One off body conversion by Guild N One, custom stiffened Guild N One front wings with bracing, Guild N One front bumber, Toyota Celica headlights, Guild N One aero bonnet (reinforced with metal frame), carbon-look Ganador side mirrors, Guild N One sideskirts, Guild N One rear bumper, blended over-fenders, rear diffuser and carbon GT wing, custom MSD/DL-SL decals.

Interior: Cusco bolt-in roll cage with custom padding, stripped out rear seats and boot, racing steering wheel, Works Bell snap-off boss, racing bucket drivers seat, HPI harness, Recaro reclining passenger seat, TRD main dash instrumentation, carbon-look dash, HKS EVC boost controller, Défi Link display, Défi main control unit, dash-mounted HKS F-Con V Pro ECU, Sard gauges (exhaust temp, water temp, oil temp, oil pressure). custom gauge pod, GReddy turbo timer, Veilside shift knob, Cusco Fly-off handbrake button, custom battery enclosed behind driver, Kenwood Z505 CD head unit.
Sumber : Guild N One Japan