Tampilkan postingan dengan label foto mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label foto mobil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2011

Mengenang Fakta Dunia OTomotif Uwe Gemballa, Kreasi-Kreasi Monumental Sang Inovator

Mengenang Fakta Dunia OTomotif Uwe Gemballa, Kreasi-Kreasi Monumental Sang Inovator



Sang inovator, inspirator & pelopor. Uwe Gemballa sudah makan asam garam dunia memodifikasi Porsche sejak tahun 1981. Unik, kencang & berkarakter adalah kata kuncinya

Detail yang mengagumkan serta kemampuan akan mentransformasi Porsche agar menjadi lebih spesial, adalah salah satu kelebihan Gemballa, yang sejak dulu selalu bertarung dengan TechArt & tuner-tuner Porsche lainnya demi memperebutkan nama “The Best Porsche Tuner”
Berikut adalah kreasi-kreasi monumental hasil buah pikir Uwe Gemballa & Porsche, check it out!

Gemballa Flatnose Type 3 Conversion
Konversi pertama Gemballa. Berbasis dari Porsche 930, Gemballa membuat 911 ini berubah menjadi seperti varian 935, namun dengan gaya berkarakter ala Gemballa

Dari Targa, kabriolet sampai coupe, Gemballa siap mewujudkan konversi ini, sesuai dengan pesanan konsumen. Membuat nama Gemballa mulai mendapat perhatian dari publik karena inovasinya

Gemballa Avalanche
Merupakan kreasi pertama Gemballa, yang menjadikan Porsche 930 menjadi “makhluk” baru, lengkap dengan surat-surat & nama model baru. Avalanche generasi pertama ini menggabungkan desain khas 80an dari Ferrari TR (Testarossa) dengan Porsche 911, hasilnya? Menggemparkan!

Gemballa Cyrus
Selain Avalanche, Cyrus merupakan konversi besar-besaran 930 oleh Gemballa. Bedanya, Cyrus berbasis dari 930 Convertible. Inovasi Gemballa pada Cyrus adalah sebagai mobil dengan kamera sebagai spion belakang yang ditampilkan di layar TV di dashboardnya

Gemballa Flatnose Type 4
Evolusi terbaru dari Flatnose generasi sebelumnya. Meskipun tidak terlalu berubah jauh, namun teknologi baru dari Cyrus turut dipasang. Selain kamera belakang, prosesor canggih yang dapat dikontrol via suara dipasang agar sang pengemudi dapat melihat kondisi mesin & lampu utamanya. Hebat kan?

Gemballa BiTurbo 500
Jika sebelumnya Gemballa hanya bermain di eksterior, kali ini giliran mesin yang turut dijajah. Berbasis Porsche 930 varian turbo, Gemballa menyematkan 2 unit turbocharger. Membuat tenaganya sesuai dengan namanya, 500hp. Selain itu, desain bodynya juga terlihat lebih futuristis & memiliki aura yang agresif

Gemballa Avalanche 2
Generasi kedua dari Avalanche. Desain yang terinspirasi dari mobil balap Porsche 935 ini, terlihat sangat “ekspresif” berkat sayap belakang raksasa, yang dijuluki “Sayap Paus” karena ukurannya yang (cukup) besar dibanding spoiler bawaan Porsche

Gemballa Mirage
Selain merupakan generasi Mirage pertama, konversi yang berbasis dari Porsche 911 terbaru (964) ini juga mendapat sentuhan di mesinnya. Sama seperti BiTurbo, Gemballa memasang 2 unit turbocharger yang menghasilkan tenaga besar, 600hp

Gemballa Flatnose Type 5
Kit Flatnose terbaru kali ini, didesain lebih aerodinamis serta modern, karena berbasis dari Porsche 965 (964 varian turbo). Desainnya yang orisinil, membuat publik terpukau dengan kreasi Uwe Gemballa ini, dan cabang-cabang Gemballa mulai bermunculan di Jepang & negara-negara lainnya

Bagi pemilik varian 964, Gemballa juga menyediakan kit Flatnose yang dalam model ini, membuat 911 terlihat seperti varian turbo (965)

Gemballa 993
Untuk tahun 1993, Gemballa mulai mencoba gaya simpel seperti bodykit tambahan dibanding desain konversi yang masih mempertahankan desain 911 yang berbasis model 993

Selain coupe, varian kabriolet pun turut dibenahi oleh Gemballa. Banyak modifikator benar-benar terinspirasi pada desain ini, dan banyak ditiru rumah modifikasi lain

Gemballa LeMans BiTurbo
Salah satu kreasi “sinting” Gemballa. Dirancang untuk melalap sirkuit kebanggaan & patokan modifikator Jerman, Nürburgring-Norschleife. Berbasis Porsche 993 Turbo yang dipasang 2 unit turbo, LeMans BiTurbo mampu menyelesaikan sirkuit berbahaya itu hanya dalam waktu 7:55,2 detik dan mencetak rekor kecepatan untuk mobil street-legal (versi jalan raya)

Gemballa GTR-600
Melihat kesuksesan LeMans BiTurbo, Uwe Gemballa kembali mendobrak dunia modifikasi Porsche dengan GTR-600. Dengan desain agresif & GT Wing ala mobil Grup C, GTR-600 benar-benar terlihat siap dipacu habis-habisan, kapanpun & dimanapun!

Untuk yang berminat akan kit ini namun tidak terlalu menyukai desain “Flatnose”, Gemballa juga menyediakan kit tanpa unit lampunya, hasilnya sama-sama keren kok, meski tidak se-eksentrik GTR-600 versi Flatnose yang merupakan ciri khas Gemballa

Gemballa Extremo
Mobil yang dapat dirubah menjadi roadster, speedster & coupe ini selain fleksibel, juga kencang berkat basis dari Porsche 993 Turbo serta kit BiTurbo bertenaga 600hp. Merupakan salah satu kreasi Gemballa yang paling dicari karena keunikannya

Gemballa GTR-550
Memasuki era 996, Gemballa menyediakan kit ini untuk para pemilik 911 GT3. Desain yang simpel serta mudah diterima publik ini mendapat sambutan cukup baik, meski tidak seheboh Flatnose yang menjadi buah bibir para pencinta supercar di seluruh dunia

Gemballa GTR-600 2
Untuk GTR-600 versi terbaru ini, Gemballa kembali ke sirkuit Nürburgring-Nordschleife untuk membuktikan kemampuannya. Hasilnya? Waktu 7:44,7 detik. Jauh lebih cepat dibanding LeMans BiTurbo meski memiliki tenaga yang sama!

Selain mesin, eksteriornya sendiri juga dimodifikasi agar terlihat lebih spesial. Penggunaan pintu model gunting pada saat itu memang masih dianggap keren, berbeda dengan sekarang yang mulai dijauhi karena tidak praktis serta dianggap “Ricer”

Gemballa GTR-600 R
Untuk GTR-600 versi R ini, Gemballa sengaja membangunnya untuk mengikuti kejuaraan bergengsi, GT-Tuner Grand Prix yang membuat pemenangnya dianggap sebagai tuner terbaik Eropa. Berkat catatan waktu 7:32,5 di sirkuit Nürburgring-Nordschleife, Gemballa memenangkan kejuaraan ini & menjadi tuner terbaik Porsche pada saat itu

Gemballa AERO-3
Sewaktu Porsche membuat SUV kontroversial, Cayenne, Gemballa membuat kit “edan” ini. Dengan tenaga sebesar 750hp & torsi raksasa 1150nm, AERO-3 sempat menjadi SUV terkencang pada saat itu, mengalahkan BMW X5 LeMans yang legendaris!

Gemballa GTR-650 EVO
Berbasis dari 996 Turbo, Gemballa secara ekslusif hanya menyediakan mobil ini dengan warna silver. Uniknya, banyak pemiliknya yang merubah warnanya menjadi warna lain, tanpa sepengetahuan Gemballa! Akhirnya, Gemballa menyediakan opsi memilih warna lain

Gemballa Avalanche GTR-600
Kombinasi antara Avalanche & GTR-600? Pasti mantap! Mobil yang berbasis Porsche 997 terbaru ini akhirnya mampu mengangkat nama Gemballa yang sempat tenggelam karena kalah pamor oleh Hamman & TechArt
Sebenarnya masih ada kreasi Gemballa yang keren lainnya, seperti Mirage GT yang berbasis Carrera GT atau MIG-U1 yang uniknya berbasis dari Ferrari Enzo. Sayangnya, kedua-duanya sendiri tidak sefenomenal kreasi Uwe Gemballa lainnya, terutama MIG-U1 yang belum selesai diriset oleh Uwe Gemballa, karena keburu meninggal karena tertembak di Afrika…
Uwe Gemballa, Beristirahatlah Dengan Tenang…Karena legenda Gemballa akan terus melaju, secepat kreasi-kreasimu

Minggu, 17 April 2011

Supersport Dodge Viper SRT10 ACR, Sang Ular Berbisa Pemangsa Corvette!

Supersport Dodge Viper SRT10 ACR, Sang Ular Berbisa Pemangsa Corvette!





Bagi penggemar mobil sport, pasti hapal dengan tampang sangar & intimidatif ini. Ya, sang supercar kebanggan Amerika, Viper. Mesin buas bak ular yang sedang lapar, handling liar yang butuh kemampuan untuk mengendalikannya, serta desain agresif, siapa yang tidak tahu akan mobil ini?



Meskipun memiliki imej yang mengerikan, namun jika sudah tahu kemampuan serta cara mengendalikannya, maka Viper akan berubah menjadi mesin pembantai di sirkuit, seperti yang dibuktikan oleh Mopar, rumah modifikasi resmi dari Chrysler Group serta pembalap Kuno Wittmer
Dengan versi SRT10 ACR (American Club Racer), Viper mampu menghancurkan rekor lap di Miller Motorsports Park dengan catatan waktu 1:59.995, lebih cepat 4 detik, jauh meninggalkan rekor yang sebelumnya dicetak oleh Corvette ZR1 yang dipiloti oleh Jan Magnussen (2:03.86)

Hebatnya, rekor Viper kali ini dicetak pada konfigurasi sirkuit Miller Motorsport Park versi Outer Course, yang perdana kali dimulai pada saat rekor Viper ini dicetak. Benar-benar paten!

Kuno Wittmer sendiri berkata “Viper ACR ini benar-benar gila, mampu dipacu habis-habisan di sirkuit sampai batas maksimum, dan aku yakin bahwa aku mampu menyikat semua tikungan tanpa kesalahan”. Viper SRT10 ACR yang merupakan Viper versi terakhir sebelum berhenti produksi ini juga memiliki reputasi terhormat sebagai penghancur rekor lap, seperti di Laguna Seca (2009, 1:33.92), serta sirkuit kebanggan Eropa, Nordschleife (2008, 7:22.1)

Seperti yang kita tahu, Viper merupakan sportcar yang menggunakan mesin raksasa, V10 8400cc yang berasal dari truk Dodge RAM, membuatnya memiliki tenaga yang raksasa. Untuk versi ACR sendiri, mesin ini dimodifikasi agar mampu menghasilkan tenaga sebesar 600hp serta torsi maksimum yang fenomenal, 760nm!

Dengan bobot yang lebih ringan serta aerodinamika yang lebih baik dibanding Viper biasa, versi ACR ini mampu berakselerasi 0-96km/h hanya dalam waktu dibawah 4 detik serta kecepatan maksimum 296 km/h

Standar untuk ukuran mobil balap? Ini bukan kelebihan khas mobil sport Amerika, karena kemampuan sebenarnya dari Viper terasa pada dipacu 0-402m, karena hanya butuh waktu 11 detik kurang! Masih belum menggetarkan? Ini performa lainnya : 0-161km/h lalu berhenti, hanya butuh waktu 11 detik. Sinting!

Untuk menahan tenaga sebesar itu, Mopar melakukan 2 cara. Pertama, untuk menambah daya tekannya, sebuah Air Splitter berbahan karbon fiber didepan serta sayap raksasa yang dapat diatur di belakang, membuatnya mampu menahan tekanan 453,6kg pada kecepatan 241km/h. Pastinya berguna untuk makin “merekatkan” Viper ACR dengan aspal sirkuit

Yang kedua adalah di kaki-kakinya. Mopar bekerja sama dengan KW Suspension membuat suspensi khusus 2-jalur yang dapat disetel dengan spek kompetisi, serta perangkat rem dari StopTech yang bersembunyi dibalik velg alumunium ringan yang dibalut ban kompetisi Michelin PS Cup

Dengan segala kemampuan impresif dari Viper ACR, siapa yang berani menantangnya? Gila, buas & kencang. Pastinya Lamborghini & Ferrari sekalipun akan pikir panjang jika ingin menantangnya di sirkuit!

Lamborghini Estoque Wagon Sport Car, Lagi-Lagi Mengincar Ferrari!

Lamborghini Estoque Wagon Sport Car, Lagi-Lagi Mengincar Ferrari!



Belum saja Estoque masuk dalam jalur produksi, tim desainer dari Car & Driver sudah berpikir, bagaimana bentuk Estoque Wagon nanti yang akan bersaing dengan Ferrari FF!

Bisa dibilang, Lamborghini tidak asing dengan estate, contohnya adalah Lamborghini Faena, yang sayangnya…tidak ditanggapi positif oleh Lamborghini dan hanya berakhir di museum Lamborghini

Melihat bahwa Lamborghini sekarang berada satu grup dengan Porsche, bisa saja nanti Lamborghini membuat Estoque berbasis dari Porsche Panamera, dan bersama Aventador, pastinya bisa menjadi sumber uang baru untuk Volkswagen Group!
Sumber : Car & Driver

10 KeDahsyatan Mobil Sport Alfa Romeo 4C,

10 KeDahsyatan Mobil Sport Alfa Romeo 4C,



Oke, saya akan jujur kepada anda : Saya jatuh cinta dengan Alfa Romeo 4C!
Dari dulu saya selalu memikirkan, kapan Alfa Romeo memiliki sportcar indah yang kencang, memiliki handling yang baik serta memiliki penggerak roda belakang, dan tentu saja…memiliki harga yang masuk akal

Bukankah ada Alfa Romeo Brera? Meskipun harga & performanya bagus, Brera memakai penggerak 4WD Torsen yang meskipun stabil, namun kurang memberikan rasa “Alfa Romeo” klasik yang membuat banyak orang tergila-gila pada Alfa Romeo
Ini dia 10 alasan, mengapa saya, jatuh cinta terhadap sportcar kompak pesaing Porsche Cayman ini!

Merupakan Saudara 8C
Alfa Romeo 8C adalah salah satu supercar yang paling diidam-idamkan oleh penggemar Alfa Romeo atau supercar Italia. Dengan desain indah, mesin yang berasal dari Maserati GranTurismo, serta kabin yang benar-benar cantik, siapa yang tidak mengaguminya? Sayangnya…karena kuantitas yang terbatas serta harganya yang benar-benar mahal, membuat banyak Alfisiti tidak dapat merasakan sensasi membius dari 8C

Beruntunglah, Alfa membuat 4C seperti 8C, seperti penggunaan serat karbon & alumunium di body & sasis, serta tentunya penggerak roda belakang. Yang lebih menyenangkan lagi : 4C direncanakan akan dibuat massal!

Bobot Yang Ringan
Salah satu kelebihan utama yang legendaris dari Alfa Romeo adalah memiliki handling yang (sangat) baik, dan salah satunya didapatkan dari bobot yang ringan. Namun, tidak seperti Alfa Romeo klasik, sekarang produk-produknya, seperti Brera & GTA, memiliki bobot yang relatif berat. Melihat banyak keinginan agar Alfa memiliki sportcar ringan, akhirnya terwujudlah 4C, yang memiliki rasio tenaga & berat yang impresif, 4kg/hp! Ini berkat bobot ringan (hanya 850kg!) dari penggunaan bahan baku serat karbon untuk body & alumunium untuk sasis

RWD
Selain bobot yang ringan, penggerak roda belakang adalah salah satu ciri khas sportcar Alfa Romeo klasik. Setelah 8C, Alfa memasang penggerak roda belakang kepada 4C. Kombinasi antara bobot yang ringan & RWD, pasti menghasilkan mobil yang nikmat dikendarai, apalagi distribusi bobotnya termasuk ideal, 40% di depan & 60% dibelakang

Berbasis Dari KTM X-Bow
Mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa Alfa menggunakan sasis modifikasi dari X-Bow yang dirancang oleh Dallara, membuat dimensi 4C menjadi kompak. Dan anda tahu sendiri kan kemampuan Dallara & X-Bow di dunia balap? Pastinya sasis ini memiliki faedah yang membuat Alfa memasang sasis ini ke 4C

Sistem Suspensi Yang Mantap
Bobot yang ringan, penggerak RWD & sasis yang baik tentunya masih belum cukup untuk membuat 4C menjadi sportcar “Alfa Romeo Sejati” tanpa suspensi yang bagus. Untuk itu akhirnya Alfa memasang suspensi revolusioner, McPherson Quadrilateral di depan & belakang. Membuat pengendalian 4C dipastikan akan impresif & responsif

Mesin Kompak Bertenaga
Inilah alasan mengapa Alfa menamakan sportcar terbarunya bernama 4C, karena Alfa membenamkan mesin kuat 4 silinder turbo berkapasitas 1750cc dari Alfa Romeo Giulietta Q, yang memakai teknologi canggih seperti Direct Fuel Injection, Dual Continuously Variable Valve Timing, serta kontrol turbocharger yang khusus, agar mencegah turbo lag. Belum lagi, tenaga yang lebih dari 200hp itu disalurkan melalui transmisi dual kopling Alfa TCT yang baru saja dipakai oleh Alfa Romeo MiTo

Desain Yang Cantik
Oke, mungkin anda akan melihat garis-garis desain dari Giulietta pada 4C, namun itu bukanlah hal yang buruk bukan? Alfa Romeo yang (selalu) memiliki desain keren yang khas, lagi-lagi memperlihatkan pada produsen lain, bagaimana caranya membuat sportcar menjadi anggun, eksotis & tetap memiliki ciri khas

Harga Yang Kompetitif
45.000 euro mungkin bukanlah harga yang murah. Hey, tapi ini kan bukan mobil sedan atau minivan? Harga segitu, dengan segala kelebihan & nama besar Alfa, tentunya lebih menarik banyak orang dibanding Porsche Cayman atau Nissan 370Z. Belum lagi varian Spider yang (bisa dipastikan) akan muncul, membuat ketar-ketir Boxster & 370Z Cabriolet!

Ini adalah Alfa, Alfa Romeo
Dengan sejarah, ciri khas & desain yang legendaris, bahkan seorang Jeremy Clarkson & James May dari Top Gear pun berani berkata : Anda bukanlah seorang penggemar mobil sejati, jika belum pernah memiliki atau mengendarai Alfa Romeo. Masuk diakal memang, jika melihat bahwa (hampir) setiap Alfa Romeo, memiliki keunikan tersendiri dibanding mobil-mobil lainnya!
Jadi, wajar bukan…jika saya jatuh cinta terhadap Alfa Romeo 4C?