Sabtu, 23 April 2011

10 Fakta Sejarah Pesawat Pembom Terdahsyat di Masanya

10 Fakta Sejarah Pesawat Pembom Terdahsyat di Masanya

Angkatan udara modern, perbedaan antara pembom, pesawat pembom tempur, dan pesawat penyerang telah menjadi kabur. Banyak pesawat tempur, yang sekilas seperti fighter, bisa dioptimalkan untuk menjatuhkan bom-bom, dengan sangat sedikit kemampuan untuk terlibat dalam pertarungan udara. Berikut ini adalah sepuluh pesawat pembom sepanjang masa.

10. Handley Page 0/100

Teknologi pesawat terbang baru berkembang 10 tahun sebelum Perang Dunia I terjadi. tetapi dalam beberapa tahun itu pula, perkembangannya begitu cepat. Handley Page 0 / 100 merupakan Pembom berat Inggris pertama yang memasuki layanan pada tahun 1916 sebagai sarana untuk menyerang pangkalan Zeppelin Jerman yang menyebabkan kerusakan besar ke London.
Ditenagai dua mesin Rolls Royce dengan kecepatan 79 mph. Sayapnya membentang selebar 100-kaki, membuat pesawat ini mampu membawa 2.000 pound bom dengan akurasi yang luar biasa. Setelah perang, Handley kembali ke fungsi aslinya, menjadi mesin terbang untuk penerbangan sipil pertama di Eropa.

9. Tupelov Tu-95

Pembom besar jarak jauh milik Soviet ini, dijuluki si Beruang. Dirancang untuk membawa sampai empat bom nuklir ke daratan AS dari pangkalan-pangkalan di Rusia. Diluncurkan pada pertunjukan udara Moskow pada tahun 1955, keberadaannya menjadi ancaman besar selama tiga decade bagi kekuatan barat.

8. Avro Lancaster

Lancaster adalah Pembom berat Inggris yang kondang selama Perang Dunia II. Memiliki kemampuan untuk membawa hingga 22,000 pounds, mampu terbang malam dan terus menerus menjadi ancaman bagi kota dan pabrik-pabrik Jerman.
Sebagai pembom favorit, Lancaster digunakan dalam berbagai operasi pemboman special, seperti pemboman bendungan jerman pada 1943, serta penyergapan kapal perang jerman Tirpitz. Namun kesuksesan tersebut musti ditebus dengan harga lumayan mahal, 55.000 penerbang tak kembali dari berbagai pertempuran.

7. Boeing B-17 Flying Fortress

Pada 1937, Boeing Aircraft Company membangun pembom Amerika pertama yang berbahan full metal. Ditenagai 4 mesin, dialah si legendaries B-17 Flying Fortress. Dilengkapi dengan senapan mesin caliber 13 0.5 dipunggungnya, pembom ini mampu menjatuhkan 6.000 pounds bom dari perutnya.
Aksi paling spektakuler adalah ketika nyaris 1000 buah B-17 melabrak berbagai posisi jerman di eropa. Serangan ini diakui sebagai salah satu serangan yang merubah peta kekuatan di eropa pada PD II.

6. De Havilland Mosquito

Dijuluki "Wooden Wonder," Si Nyamuk mungkin pesawat yang paling serbaguna selama Perang Dunia II. Sebagai seorang pembom, Mosquito juga paling cepat, karena bobotnya yang ringan. Dibangun dari kayu, pesawat itu hampir tidak terdeteksi radar.
Selain itu karena kecepatan, Ia tidak membawa persenjataan defensive. Bahkan kecepatannya mampu menandingi pesawat pemburu/fighter. Dengan beban 2.000 pound (kemudian ditingkatkan hingga 4.000 pon) dan kemampuan untuk terbang dari ketinggian 10 kaki hingga 31.000 kaki, Mosquito sering mendapat jatah membom garis depan musuh.

5. Junkers Ju-88

Dipercaya oleh banyak orang sebagai pembom Jerman yang paling penting salama Perang Dunia II. Ju-88 berada di garis depan pembom Jerman pada 1939 hingga akhir konflik. Desain serbaguna yang memungkinkannya untuk digunakan sebagai pembom maupun pesawat fighter.
Meskipun lebih berat daripada pesawat Heinkel 111 dan Dornier 17, Junkers adalah tercepat dari armada pembom Nazi. Pesawat ini sukar ditundukkan oleh pesawat-pesawat pemburu sekutu, selain karena kecepatannya, ia dilengkapi dengan 7 buah senapan mesin disekujur bodinya. Dengan beban angkut mencapai 8.000 pounds, pesawat ini benar-benar amat diandalkan oleh Hitler.

4. Boeing B-47 Stratojet

Saat B-47 Stratojet pertama mengudara pada tahun 1947, banyak orang antusias dengan desainnya. B-47 menggunakan teknologi sayap menyapu yang diambil dari Nazi Jerman, dan juga diilhami oleh motor roda tiga yang tidak biasa. Hal ini menyebabkan banyak orang berpikir itu akan menjadi tidak lebih dari pesawat prototype.
Namun pada pertengahan-1948 menjadi jelas bagi Angkatan Udara dan Boeing pesawat eksekutif yang jauh melebihi segala pesawat se jamannya dengan sayap lurus. Pilot Chuck Yeager dikirim untuk mengikuti B-47 di sebuah jet tempur untuk mengetes kecepatannya.
Dia disampaikan melalui radio kepada pilot B-47, "Aku tidak bisa mengikuti." Hari berikutnya, B-47 memecahkan rekor lintas Negara dengan kecepatan rata-rata 609,8 mph. Beberapa tahun setelahnya, ia menjadi pesawat pembom utama bagi Komando Udara Strategis dan akhirnya lebih dari 2.000 B-47 dibangun. B-47 dan suksesornya B-52 kemudian menjadi line-up pesawat pembom nuklir di era perang dingin.

3. Boeing B-29 Super Fortress

B-29 mempunyai jangkauan lebih dari 3.500 mil, dengan ketinggian operasional 31.850 kaki dan kecepatan tertinggi 358 mph. Bisa membawa muatan besar 20.000 pound bom dan dipersenjatai dengan senapan mesin caliber 12 .50 dan meriam kaliber 20-mm.
Desain pesawat ini sudah sangat maju, menyangkut aerodinamika pesawat, kompartemen para awak bertekanan dan dilengkapi dengan kaca tahan peluru. Digunakan secara ekstensif dalam misi pengeboman konvensional melawan Jepang. Prestasi B-29 yang paling dikenal adalah untuk menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, yang akhirnya menyudahi Perang Dunia II.

2. Northrop Grumman B-2 Stealth Bomber

Pesawat yang hanya terlihat seperti sayap terbang. B-2 dibuat oleh Northrop. Dilapisi dengan laminasi komposit khusus dan cat rahasia, B-2 hampir tidak terlihat oleh radar. Ia bahkan sering diidentifikasikan sebagai UFO. Berbasis di AS, dengan mengisi bahan bakar diudara, pesawat ini bisa menjangkau semua bagian dunia tanpa terkecuali. Harganya mencapai 2.2 milyar dollar US.

1. Boeing B-52 Stratofortress

Ditenagai 8 mesin jet dengan kecepatan maksimum 650 mph, daya jelajah lebih dari 8.000 mil dan kemampuan untuk menjatuhkan bom 70.000 pounds, B-52 adalah bom paling mematikan di dunia. Ini dapat juga membawa senjata nuklir, rudal jelajah dan bom presisi.
Di samping peran selama Perang Dingin, Pesawat ini juga digunakan untuk mengebom Vietnam Utara. Dalam perang Afghanistan dan Irak , B-52 mengenai berbagai sasaran dengan kerusakan-kerusakan berat. Meskipun dibangun dengan teknologi 1950-an, B-52 kemungkinan masih dinas aktif hingga 2045.
Sebenarnya masih banyak jajaran pembom yang lain, seperti pembom supersonic Tupelev “The black jack” Tu-160 milik rusia, namun setidaknya 10 pesawat inilah yang Battle proven alias terbukti tangguh di perang yang sesungguhnya.

0 komentar:

Poskan Komentar